raga itu telah mati
hanya segumpal danging
roh telah melayang entah kemana
dalam langkahku,
kurasakan langkah lain
mengiringi tiap kaki melangkah
berbisik ketika aku terisak
menjarit ketika aku berteriak
tersenyum ketika aku tertawa
roh itu,
menjadi bayangan akan diri
menjadi yang tak terpisahkan
menjadi penghibur
aku tak dapat melihat
mendengar
dan tak dapat menyentuh
tapi roh itu,
dapat melihatku
mendengarku
berbicara denganku
sekalipun ia berusaha menyentuhku
dalam kediamannya
itulah makam
gundukan tanah berhias kembang
ulat menjadi penghuni dalam
raganya telah menjadi tanah
tanah yang tak bernyawa
walau berjuta hari akan terjadi
walau ragamu telah menjadi
tapi aku tetap hantarkan doa
menjadi sang pendoa
dan akan menjadi terus anakmu
selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar