Minggu, 24 Januari 2010

1000 hari yang lalu

dulu, 1000 hari yang lalu. aku melihatnya tertidur pulas dalam pelukan malaikat pencabut nyawa. aku mulai menangis, kenapa kamu mengambilnya ? aku belum sempat memilikinya lama, hanya 11 tahun. menguntarakan katakata itu pada malaikat. aku hanya bisa menangis, kenapa TUHAN memberikan putusan itu. selama papa dalam pelukannya aku hanya bisa menangis.
raga telah dibungkus, telah di doakan, dan siap menjalani sederet upacara pemakaman, aku semakin terisak.
terpikir olehku, kini aku tak bisa mencium, dan memeluknya lagi, tak bisaaa

dan kini, debu adalah dia, menjadi tanah yang tak berbentuk,
arwah yang kini telah melayang dengan doaku, aku hanya mencintaimu ayah, hanya kau yag kucintai sebagai ayah. aku tak bisa mencintai lakilaki lain untuk menjadi ayahku.
isaku, masikah terdengar ?
redamkanlah, menjadi irama pengiringmu ke surga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar