tanpa rasa bersalah, mereka temaniku
aku menangis karena mereka diriku dan semuanya
aku larut dalam irama hujan mengalir
detak jantungku derdetak bersamaan ketika mereka terhentak di bumi
tanpa alasan mereka datang, dan sama seperti tangisanku
aku tak bisa merubah nada mereka yang terus menemaniku
karena aku temukan kenikmatan
teralur bagi air yang terus mengalir
aku biarkan diriku terlena
ku biarkan roh ku tinggalkan jiwanya
dan ku biarkan roh ku menyatu dengan nada hentak hujan
roh ku serasa nyaman tanpa tanda tanya
hitungan detik tak terhiraukan
hitungan jam membuatku terusik
mama dan keluarga masih membutuhkanku
aku tau itu
hidupku hanyalah hujan kala mentari ada
tanpa jawab dan pertanda
karena aku bukan orang yang ingin di tebak
aku bukan orang yang ingin di kasihani
karena aku ingin setegar ibuku
karena hiudpku ku hargai dengan tiap tangisannya
dengan tiap peluh keringat yang di tumpahkan tanpa arti
arti yang tak dibutuhkannya lagi
karena cintanya telah kandas tak berujung
dan aku akan menjadi cintanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar