aku duduk di kursi tepat didepan meja belajarku sendiri, tanganku menuliskan beberapa kalimat berbahasa tinkat tinggi pikirku.. hemm, asyik aja buatku..
grenggg.. mobilku terparkir di garasi, rasaku menandakan bahwa papaku telah pulang ke rumah dari kantor. lega, aku membiarkan waktu hingga membawaku ke sebuah penolakan,
dari garasi papa langsung menuju kursi meja makan, melepaskan semua perangkat kerjanya lalu bersiap untuk menyantap hidangan yang ada, sayur lodeh waktu itu.
sendiri sunyi, rasa papa saat dimeja makan, akhirnya ia mengajak aku dan kakakku yang sedang sibuk di meja masing masing untuk makan.. tapi sayang aku dan kakak menolaknya..
* ku sesali saat itu kenapa aku tidak menerimanya, andai aku tau esok tak kan ada lagi untuknya, karena ia akan pergi selamanya
entah itu pertanda atau entah apa, kesibukanku itu hanyalah menyusun kalimat berbahasa tingkat tinggi yang akan merangkai menjadi sebuah prosa dan puisi, dan aku pun tak tau kenapa tema itu berhubungan dengan aku yang akan kehilangan seorang sahabat karena sahabatku meninggal dunia karena sakit
* andai aku tau, ada pertanda itu aku akan sangat melindunginya
malam larut telah menjumpaiku, memberitau agar aku segera terlelap dengannya
pukul 03.00 am tanggal 1 mei 2007 hari selasa di rumahku, aku terbangun dengan suasana genting, dan bodohnya aku, aku terbangun karena suara sirene ambulans yang ternyata akan mengucapkan kata paling menyakitkan..
*andai aku tidak semolor itu tidurnya, aku pasti bangun lebih awal
kata itu akhirnya terlontar, kata kata yang memberitau seuruh dunia bahwa aku adalah yatim, aku menangis, aku sakit, aku jatuh
aku menangis, walau aku tau tangisan itu hanya membuang tenagaku sajaa
NB :
hidupku memang tak seimabng sekarang, tapi inilah hidup yang TUHAN sediakan untukku, aku brusaha untuk menkmati setiap detik hidup tanpanya, tanpa sosok yang sedang aku butuhkan
love you, you always still be my father forever and ever
Tidak ada komentar:
Posting Komentar