aku kecewa, memendam amarah
hilang cerahku, aku putus asa
gelap membawaku, aku diculik
bingung kini kian menjadi
muntah, aku muntah amarah
sabarku melambai
mengingatkanku tentang keharusan sabar
aku memang menyayangimu, walau kau hanya diam
kau menghindariku, itu sangat menyayat hati
yang kini berdarah, darah sayang
walau, kau telah pergi, jauh dari kehidupanku
tapi, mengapa aku malah semakin tak tenang
hampa, sedih, dingin tanpa ke - bullshit an mu
aku punya rasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar