Minggu, 07 Agustus 2011

Cerpen . Surat tak berbalas

7 agustus 2011
untuk darwis disana
tak terasa sudah kita telah berpisah. 2 tahun lamanya aku tanpamu. Entah mengapa, 2 tahun terasa amat lama dari seharusnya. Mungkin telah ku hitung tiap detiknya. menunggumu yang tak kian bicara denganku atau bahkan mengirim pesan singkat. Aku tau mungkin surat ini tak pernah sampai atau malah takkan ku kirim. Karena ku pikir telah sia - sia ku beli prangko untuk ongkos sebuah surat yang tak berbalas.
Ingin rasanya memelukmu seperti yang sering ku lakukan bila aku butuh kamu, aku kangen kamu. Entah saat ini aku sendiri tak bisa memeluk orang lain. Hanya kamu yang memberikan kesan kehangatan yang tak terduga, yang paling hangat dan melebihi hangatnya api unggun di malam musim dingin.Ku dengar kini telah kau dapatin seorang gadis manis yang telah memikat hatimu, mungkin ia lebih manis dari aku. atau kau tak menyadari betapa manisnya diriku. Terlalu singkat hubungan kita membuat kau tak sadar betapa aku mencintaimu. Berapa kali harus ku ungkap perasaanku agar kau percaya.
Sebelum, beranjak tidur. Aku berdoa untukmu darwis, semoga Tuhan selalu mengirim malaikat-Nya yang akan terus menjagamu. Semoga Tuhan kirimkan surat ini untukmu.

Salam

Tatiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar