perlu banyak kenyakinan bahwa kau memang untukku
sering ku yakinkan hatiku memang untuk memujamu
oh pangeran
berapa ratus kata cinta telah ku ucap
bukan melalui mulut ini
bukan juga melalui surat romantis
tapi melalui mata ini yang memandangmu dengan mengemis
ketika air mataku mengurai cintaku padamu oh pangeran
ia menulis
- oh pangeranku, betapa ajaibnya ini. aku masih menyayangimu. setelah sekian lama aku berusaha melupakanmu, tapi aku tau. aku yakin. dan aku percaya, hati ini memang untuk memujamu.
tapi asa yang membuatku terlena ke dalam rasa malu
asa mengatakan menjijikan mengatakan itu pada pangeranmu.
aku mengangis, hiks.
mungkin MEMANG BUKAN KAMU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar