Rabu, 03 Februari 2010

kala kala minum kopi


di serambi rumah arimbi,

kopi telah terhidang
sembari arimbi melamun
mencoba menyeruput kopi
ia rasakan dalam dalam rasa kopi
asam, pahit, manis, ah tak karuan

ingatnya,
pada masa masanya dulu
saat ia bisa tersenyum
saat ia bisa tertawa
saat dia masih yakin hidup itu penuh kebahagiaan

tapi kini arimbi tau
hidup adalah sebuah roda
mengelinding sesuai alur jalan
menikmati apa yang tersedia
dan mengikuti apa mau Tuhan

arimbi tau, manusia bukan pengendara
tapi manusia yang bantu mengendara
kehidupan dapat berhenti kapanpun
nasib pun bisa berubah

itu semua kehendak sang pengendara

kehidupan hanya berasa bak kopi,
ada kala terasa manis
ada kala terasa asam
ada kala terasa pahit

itu semua bagaimana kita menentukan apa yang akan kita buat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar