caci makilah aku
karena aku akan selalu diam
dan tidak dapat melawannya
banyak kata kata yang kadang mengiris hatiku pada hari dalam hidupku. entah itu dari cacian keluarga atau kerabat dekat. dari mulai asu, bajingan, munyuk, gento, dan kata pisuhan lainnya. aku hanya diam ketika kerabat dekatku mengatakan itu. tak hanya pisuhan itu, tapi mulai cacian yang setiap hari keluar dari mulut mereka, seperti meteor (karena aku berjerwat), hidung plosotan (karena hidungku unik) dan masih lainnya.
cacian rohani pun masih ada untukku, dari mulai kebiasaan cengeng, teriak teriak, dan banyak.
mungkin aku cacat fisik, mungkin aku lebih jelek, mungkin aku hina, mungkin aku rendah, dan mungkin kalian lebih daripada aku.
aku yakin kalian memang merasa lebih daripada aku, kalian ganteng, kalian cantik, kalian kaya, kalian mempunyai SEGALA KEBAHAGIAAN, kalian mempunyai orang yang menyayangi kalian, kalian punya SEGALANYA
aku mungkin mampu untuk mengatakan cacian kepada kalian, tapi papa berkata padaku "emosimu harus dapat dikontrol, itu kuncinya". mungkin saat ini, hingga aku dewasa nanti aku akan mengingat katakata itu. ini adalah cobaan, mungkin berat, haha.
mungkin aku selalu menangis di setiap malam karena kalian PUNYA SEGALANYA, mungkin aku iri dengan kesempurnaan yang kalian miliki.
cacilah aku hingga aku mati, mungkin dengan itu aku akan merasa bahagia
papa, niemas ga kuat disini, smua jahat, semua hanyalah ilusi, aku belum bisa tertawa. angkat aku dan aku akan bisa melayang denganmu.
mungkin kalian tau aku akan menangis, karena aku hanya berhati batu, INGAT BATU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar