dari situ aku masih enggak nyadar kalo sifatku itu egois, sok sok an dan lainnya yang buruk. setelah dari liburan ke Bali, aku udah baikan sama semua anak kelas, termasuk si orang yang berantem sama aku. akan tetapi ego ku masih tingga masalah silih berganti sampai akhirnya ada dipuncak emosi ku. well, aku udah merasa banget ngalah dan berusaha untuk sabar akan omongan mereka yang kayak radio (ngoceh muluk), radio pun itu masih bagus omongannya baik lha ini omongannya.. ckckckk
puncaknya waktu kelas ekonomi, sebenernya yang paling salah dan buat saya pergi saat itu bukan orang yang pertama berantem sama saya. beda lagi.. tapi karena di orang pertama itu adalah orang yang sering buat masalah, yaudah wali kelasku manggil si orang tua si orang pertama. sebenernya itu jauh dari dugaanku, DAN aku pikir yang salah saat itu bukan si orang pertama tapi orang yang satunya. sebut saja dia si BO.
permintaan maaf dari anak2 sekelas terutama cowok pun diajukan, yang pasti aku sebagai manusia normal yang juga punya perasaan tanya apa salahku selama ini, mereka pun mengutarakan dan aku menerima, aku harus lapang dada. dari perminta maafan mereka aku sadar sepenuhnya kalo aku harus berubah, di lingkungan ini aku harus hidup sama seperti mereka bukan berarti aku menduplikat cara hidup mereka tapi aku padukan prinsipku dan mereka.
dan sampai saat ini, aku telah berusaha untuk lebih sabar lagi. ini tekat baikku toh ada hal positifnya, setiap mereka megejek hanya ku balas senyuman. tapi menurutku , TAK KAN ADA NIAT BAIK TANPA UJIAN. dan aku sadar bahwa Tuhan masih menguji aku, aku terima itu. dan aku tidak akan putus asa.
asal mereka tau, mereka telah merubahku aku sangat berterimakasih, kalian bawa pengaruh besar buatku. tapi sayang, cara kalian yang terkadang salah dan kasar membuatku terluka. tapi inilah hidup aku harus bisa atasi semua karena hidupku lebih beruntung. well.. thanks ya guys :)
